Warisan Emas Michael Bambang Hartono: Mengangkat Como 1907 Menuju Liga Champions

Jakarta – Dunia olahraga dan bisnis Indonesia berduka dengan kepergian Michael Bambang Hartono, sosok yang menjadi tulang punggung kesuksesan Grup Djarum dan pemilik klub sepak bola Italia, Como 1907. Ia meninggal dunia di Singapura pada Kamis, 19 Maret 2026, di usia 86 tahun.
Kehilangan Bambang Hartono tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh seluruh ekosistem olahraga nasional. Bersama dengan adiknya, Robert Budi Hartono, ia menjadi figur yang sangat berpengaruh dalam pengembangan PB Djarum di Kudus, yang telah mencetak banyak juara bulutangkis dunia untuk Indonesia.
Namun, warisannya tidak hanya terbatas pada bulutangkis. Keberhasilan Bambang Hartono juga terlihat dalam dunia sepak bola internasional, di mana ia berperan penting dalam menyelamatkan Como 1907 dari kondisi yang sangat sulit.
Transformasi Luar Biasa Como 1907
Kisah bangkitnya Como 1907 di bawah kepemilikan keluarga Hartono menjadi topik menarik dalam diskusi sepak bola. Klub yang dulunya hampir bangkrut dan harus berjuang dari divisi keempat (Serie D) kini berkembang menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Serie A.
Prestasi Como pada musim ini sungguh mengesankan. Hingga pekan ke-29, Como 1907 berhasil meraih posisi keempat di klasemen sementara Serie A dengan total 54 poin. Pencapaian ini membawa Como mendekati zona aman untuk bisa melaju ke Liga Champions musim depan.
Persaingan untuk mendapatkan tiket ke kompetisi paling bergengsi Eropa ini memang sangat ketat. Como harus bersaing dengan tim-tim besar seperti Napoli (59 poin), Juventus (53 poin), dan AS Roma (51 poin). Jika performa ini terus berlanjut, Como berpotensi menciptakan sejarah dengan melangkah ke Liga Champions—suatu pencapaian yang mungkin tidak pernah terbayangkan saat mereka berjuang di Serie D.
Dedikasi Michael Bambang Hartono dalam mengembangkan olahraga, baik di Indonesia melalui bulutangkis maupun dalam sepak bola global lewat Como 1907, akan selalu dikenang sebagai warisan yang menginspirasi banyak orang. Selamat jalan, sang pionir.



