Sains & Luar AngkasaTeknologiTeknologi Masa Depan

Galaksi ACDG-2 Yang ‘Mustahil’: Hampir Tanpa Bintang dengan Inti Materi Gelap Raksasa

Apakah Anda pernah membayangkan sebuah galaksi yang hampir sepenuhnya terdiri dari materi gelap? Itulah ‘Impossible’ Galaxy ACDG-2, sebuah galaksi samar yang terletak di gugus galaksi Perseus, sekitar 300 juta tahun cahaya dari Bumi. Dengan dominasi materi gelap yang luar biasa, galaksi ini mungkin merupakan galaksi yang paling didominasi oleh materi gelap yang pernah ditemukan sejauh ini.

Melacak Jejak Galaksi ‘Impossible’ ACDG-2 yang Tersembunyi

Menurut data dari NASA, upaya untuk menemukan galaksi ‘Impossible’ ACDG-2 yang ‘tersembunyi’ ini tidak dilakukan dengan mencari bintang-bintangnya, melainkan dengan mencari gugus bintang globular. Gugus bintang globular ini adalah konsentrasi bintang yang berbentuk bulat yang mengorbit galaksi.

Para peneliti menggunakan data dari Teleskop Luar Angkasa Hubble, teleskop Euclid dari Badan Antariksa Eropa, dan teleskop Subaru dari Jepang untuk mengidentifikasi empat gugus bintang globular yang padat di gugus Perseus, yang berjarak 300 juta tahun cahaya.

Bagian berikutnya, para peneliti kemudian menggabungkan gambar dari teleskop Hubble, Euclid, dan Subaru untuk mengungkapkan cahaya redup di sekeliling gugus tersebut.

Galaksi ACDG-2 yang Mustahil: Dominasi Materi Gelap yang Mengagumkan

Hasil analisis menunjukkan bahwa ACDG-2 hanya memiliki total cahaya bintang sebesar enam juta matahari (16% diantaranya berada di gugus bintangnya), dan 99% dari total massanya merupakan materi gelap. Menurut penulis utama, Li, ini adalah galaksi pertama yang ditemukan hanya berdasarkan gugus bintang globularnya.

Di sisi lain, para peneliti menduga bahwa ACDG-2 kemungkinan kehilangan sebagian besar gasnya akibat interaksi gravitasi dalam gugus Perseus, menghasilkan galaksi yang hampir seluruhnya terdiri dari materi gelap dan gugus bintang. Survei masa depan menggunakan teleskop seperti Teleskop Luar Angkasa Roman NASA atau Observatorium Vera C. Rubin mungkin akan mendeteksi galaksi gelap tambahan.

Related Articles

Back to top button