Berita NasionalSains & Luar AngkasaTeknologi

Komet Hijau C/2024 E1 Meningkatkan Kilauan Dekat Mars, Ilmuwan Prediksi Kepergian Permanen dari Tata Surya

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana tampilan komet hijau yang berkilauan di langit malam? Green Comet C/2024 E1, sebuah komet berwarna hijau yang begitu terang, sedang menjadi sorotan utama para astronom di seluruh dunia. Komet seukuran kota ini, yang pertama kali terdeteksi pada Maret 2024, diperkirakan akan mencapai titik terdekatnya pada 17 Februari 2026, sebelum akhirnya terlempar keluar dari tata surya kita.

Asal-Usul yang Mungkin Berasal dari Awan Oort dan Koma yang Kaya Karbon dari Komet Hijau C/2024 E1

Berdasarkan sebuah laporan, komet ini awalnya dikenali oleh astronom Polandia, Kacper WierzchoÅ›, melalui penggunaan teleskop di Observatorium Mount Lemmon. Observasi lanjutan dengan Teleskop Angkasa James Webb (JWST) menemukan konsentrasi karbon dioksida yang sangat tinggi dalam koma komet tersebut, yang merupakan awan gas dan debu yang menyelimuti inti esnya.

Di sisi lain, analisis awal menunjukkan bahwa inti komet tersebut sekitar 13,7 kilometer lebar (seukuran kota); namun, para peneliti percaya bahwa ini mungkin merupakan perkiraan yang berlebihan. Komet tersebut kemungkinan adalah komet periode panjang yang berasal dari Awan Oort yang jauh dan sedang bergerak dalam orbit hiperbolik yang tidak berulang.

Perjalanan Panjang Komet Hijau C/2024 E1 Menuju Matahari

Menurut para ahli, sangat mungkin bahwa komet ini telah menghabiskan antara satu hingga tiga juta tahun perlahan-lahan bergerak melingkar menuju Matahari sebelum mengunjungi sistem tata surya bagian dalam untuk pertama kalinya. Setelah mencapai perihelionnya yang terbaru pada bulan Januari, komet ini kini bergerak mendekati titik terdekatnya dengan Bumi, di mana ia akan tetap tampak melalui teleskop dan teropong.

Selanjutnya, para ilmuwan menyatakan bahwa “katapel surya” nya akan melontarkannya keluar dari sistem tata surya, ditakdirkan untuk mengapung melalui Bima Sakti selama jutaan atau bahkan miliaran tahun.

Related Articles

Back to top button