Pelatih Persija Berikan Penjelasan Terkait Kartu Kuning ke-9 Allano Lima yang Menjadi Sorotan

Jakarta – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan pembelaan terhadap Allano Lima, pemain sayap timnya yang kembali mendapatkan kartu kuning saat Persija berhasil meraih kemenangan 3-2 atas Malut United dalam lanjutan Super League 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha pada Selasa, 24 Februari 2026 malam WIB.
Dalam laga tersebut, Allano menunjukkan performa yang mengesankan dengan menciptakan dua assist penting yang berkontribusi pada kemenangan tandang timnya. Penampilannya yang cemerlang membuatnya terpilih sebagai pemain terbaik atau man of the match, sebuah pengakuan yang menunjukkan kualitas permainannya.
Namun, meski tampil baik, Allano kembali menerima kartu kuning pada menit ke-57, yang merupakan kartu kuning kesembilan bagi pemain berusia 30 tahun tersebut di musim ini. Hal ini memicu perhatian publik, terutama terkait sikap emosionalnya di lapangan yang dianggap berpotensi merugikan tim.
Souza menyatakan bahwa kartu kuning yang diterima Allano tidak mencerminkan keadaan sebenarnya di lapangan. Ia berpendapat bahwa tindakan yang dilakukan oleh Allano tidak layak untuk mendapatkan hukuman dari wasit.
“Dia meninggalkan lapangan dengan mengatakan bahwa dia tidak berkomentar kepada pemain lawan atau wasit. Meskipun ada beberapa pemain yang terlibat dalam situasi tersebut, hanya Allano yang diberi kartu,” ungkap Souza kepada awak media seusai pertandingan.
Pelatih asal Brasil ini mengakui bahwa anak asuhnya memang sering mendapatkan kartu sepanjang musim ini. Namun, ia percaya bahwa kontribusi Allano jauh lebih signifikan daripada perhatian yang diberikan terhadap pelanggaran yang dilakukannya.
Souza menekankan betapa pentingnya kontribusi Allano dalam meraih kemenangan di markas Malut United, yang dikenal sebagai tim sulit ditaklukkan. Ia juga menegaskan bahwa Allano telah membuktikan perannya yang vital bagi tim. Penghargaan pemain terbaik yang diraihnya dalam laga tersebut menjadi bukti konkret dari kontribusinya.
“Saya rasa ini adalah kali ketujuh Allano mendapatkan penghargaan pemain terbaik. Namun, sayangnya, fokus kita hanya tertuju pada kartu kuningnya, dan itu sangat disayangkan,” tutur Souza.
Lebih lanjut, Souza mengungkapkan bahwa tim pelatih sudah beberapa kali berdiskusi dengan Allano mengenai masalah kedisiplinan di lapangan. Ia menilai bahwa sang pemain berusaha keras untuk mengendalikan emosinya di tengah tekanan pertandingan yang intens.
Menurut Souza, gaya bermain Allano yang agresif dan penuh semangat sering kali disalahartikan sebagai tindakan berlebihan. Ia bahkan mempertanyakan apakah Allano menjadi sasaran penilaian yang tidak adil di dalam lapangan, yang mengakibatkan situasi tersebut terus berulang.
