Site icon Tragen

Baterai Lentur Ini Mampu Menyalakan Wearable dengan Aman

batch 1775297548 article 33 watermarked 1

“Hingga saat ini, kita belum memiliki sumber daya yang bisa melar dan melengkung sebagaimana tubuh kita, sehingga kita dapat merancang perangkat elektronik yang nyaman dipakai,” ujar Zhenan Bao, seorang insinyur kimia, yang berkolaborasi dengan ilmuwan material Yi Cui untuk mengembangkan perangkat ini.

Selanjutnya, kita perlu mengetahui bahwa selama ini, baterai lithium-ion menggunakan polimer sebagai elektrolit – sumber energi yang mengangkut ion negatif ke kutub positif baterai.

Namun, elektrolit polimer tersebut selama ini merupakan gel yang bisa mengalir dan dalam beberapa kasus, bisa bocor atau menyebabkan percikan api. Untuk menghindari risiko tersebut, para peneliti dari Stanford mengembangkan polimer yang padat dan dapat melar, bukan berupa gel yang berpotensi bocor, namun tetap mampu menghantarkan muatan listrik antara kutub baterai.

Di sisi lain, dalam pengujian di laboratorium, baterai eksperimental ini berhasil mempertahankan output daya yang konstan meski ditekan, dilipat, dan ditarik hingga hampir dua kali panjang aslinya.

Prototipe baterai ini berukuran sebesar thumbnail dan menyimpan energi sekitar setengahnya, ons per ons, dibandingkan dengan baterai konvensional berukuran serupa.

Bagian berikutnya, “Salah satu aplikasi potensial untuk perangkat seperti ini adalah untuk digunakan sebagai sumber daya pada sensor yang dapat melar dan ditempelkan pada kulit untuk memantau detak jantung dan tanda-tanda vital lainnya,” catat para peneliti dalam jurnal Nature Communications.

Exit mobile version