Site icon Tragen

BMKG Temukan 23 Titik Panas di Sumut, Masyarakat Diimbau Hentikan Pembakaran Lahan

Pantauan satelit dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa terdapat 23 titik panas yang terdeteksi di berbagai lokasi di Sumatera Utara. Temuan ini menunjukkan adanya potensi kebakaran yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pihak terkait.

Ke-23 titik panas tersebut tersebar di beberapa daerah, antara lain satu titik di Kabupaten Dairi, lima titik di Karo, sembilan titik di Labuhanbatu, tiga titik di Labuhanbatu Utara, satu titik di Nias, dua titik di Nias Selatan, satu titik di Samosir, dan satu titik di Simalungun. Penyebaran titik panas ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dalam penanganan kebakaran lahan.

Menurut Putri Afriza, seorang Prakirawan di BBMKG Wilayah I, pengamatan titik panas dilakukan menggunakan berbagai sensor yang terpasang pada satelit, seperti Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20. Informasi ini penting untuk mengantisipasi risiko yang dapat timbul akibat kebakaran lahan.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan, guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas. Upaya pencegahan ini sangat penting agar tidak terjadi dampak negatif yang lebih besar terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Rizki Fadhillah Pratama Putra, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, memperingatkan bahwa beberapa perairan di Sumatera Utara berpotensi mengalami gelombang tinggi. Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung dari 8 hingga 11 Maret 2026.

Gelombang laut diperkirakan akan mencapai ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter di berbagai lokasi, termasuk Perairan Timur Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, serta Perairan Barat Kepulauan Nias dan Perairan Barat Kepulauan Batu. Informasi ini penting bagi nelayan dan pengguna perahu di daerah tersebut.

Pola angin di Pesisir Timur Sumatera Utara umumnya bergerak dari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan antara 4 hingga 12 knot. Di sisi lain, Pesisir Barat Sumatera Utara mengalami angin yang bergerak dari Barat Laut menuju Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 15 knot.

Nelayan diimbau untuk tetap waspada, terutama ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Selain itu, kapal tongkang perlu berhati-hati jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Kewaspadaan ini sangat penting demi keselamatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Exit mobile version