Site icon Tragen

Cinema XXI Raih Laba Bersih Rp 776,2 Miliar pada Tahun 2025 dengan Strategi Efektif

Jakarta – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, yang lebih dikenal dengan nama Cinema XXI, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 776,2 miliar sepanjang tahun 2025.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, melaporkan bahwa total pendapatan perusahaan mencapai Rp 5,9 triliun pada tahun 2025, meningkat 2,6 persen dibandingkan dengan Rp 5,7 triliun pada tahun 2024. EBITDA perusahaan tercatat mencapai Rp 1,8 triliun.

“Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri yang ada, Cinema XXI tetap berkomitmen untuk menjaga kinerja bisnis kami dan terus memberikan pengalaman menonton yang terbaik bagi seluruh penikmat film di Tanah Air,” ujar Suryo dalam pernyataannya pada 9 Maret 2026.

Suryo menekankan bahwa kepercayaan serta kolaborasi dari semua pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kinerja perusahaan yang positif.

Ia juga menjelaskan bahwa pencapaian laba bersih pada tahun 2025 didorong oleh pendapatan dari penjualan tiket yang mencapai Rp 3,6 triliun, diikuti oleh penjualan makanan dan minuman (F&B) yang berkontribusi sebesar Rp 2 triliun. Pendapatan lainnya, termasuk iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara, menyumbang sebesar Rp 298 miliar.

Sepanjang tahun 2025, Cinema XXI mencatatkan sebanyak 85 juta penonton, dengan rata-rata harga tiket (Average Ticket Price/ATP) meningkat sebesar 3 persen menjadi Rp 46.057. Kenaikan ini didorong oleh tingginya okupansi di studio-studio premium seperti The Premiere dan IMAX.

Suryo juga menegaskan bahwa pihaknya telah memperkuat pengembangan segmen F&B sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Sepanjang tahun 2025, tim internal Cinema XXI berhasil merilis lebih dari 30 menu baru di XXI Café dan The Premiere Café, yang disesuaikan dengan tren dan preferensi pasar saat ini.

Lebih lanjut, Suryo menyebutkan bahwa Cinema XXI telah mengimplementasikan strategi bundling antara tiket dan F&B melalui aplikasi m.tix. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan penjualan dan meningkatkan nilai transaksi per pelanggan.

Pada tahun 2025, rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton tercatat meningkat sebesar 5,9 persen, mencapai Rp 25.814. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak penonton yang tertarik dengan produk-produk yang ditawarkan, yang pada gilirannya berkontribusi positif terhadap kinerja perusahaan.

Dalam hal ekspansi, Cinema XXI resmi membuka 12 bioskop baru dan menambah 43 layar sepanjang tahun 2025. Ekspansi ini mencakup kehadiran perdana di berbagai wilayah baru, seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Metro.

Hingga akhir tahun 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan total 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.

Exit mobile version