Facebook Beri Peringatan Dampak Virus Corona pada Produksi Oculus

Pada hari Jumat, Facebook mengumumkan produksi headset realitas virtual mereka, Oculus, akan terpengaruh oleh wabah virus corona baru-baru ini. Wabah ini telah memberikan tekanan terhadap bisnis yang bergantung pada jalur pasokan dari China.
Di awal Januari, jaringan media sosial terbesar di dunia ini mulai menerapkan pembatasan terhadap karyawan mereka untuk melakukan perjalanan ke China, seiring dengan meningkatnya jumlah korban meninggal akibat virus mirip flu ini.
Selanjutnya, “Akibat virus corona, kami mulai menerapkan tindakan pencegahan tambahan, yang memperparah masalah ini dan itulah sebabnya kami mengantisipasi dampak tambahan terhadap produksi,” ujar juru bicara Facebook.
Facebook memperkenalkan Oculus Quest, yang dilengkapi dengan kontroler sentuh dan tidak memerlukan PC untuk beroperasi, pada September 2018 dengan harga $399.
Namun demikian, “Permintaan terhadap Oculus Quest sudah sangat tinggi dan telah dipesan lebih awal di beberapa wilayah,” kata juru bicara tersebut.
Di sisi lain, pada minggu ini juga, Ericsson, LG, dan Nvidia memutuskan untuk tidak hadir dalam pameran dagang MWC 2020 di Barcelona, Spanyol karena kekhawatiran terhadap virus corona. LG menyatakan, “Keputusan ini akan mencegah ratusan karyawan LG yang tidak perlu terpapar dalam perjalanan internasional, sesuatu yang kebanyakan pakar kesehatan sarankan.”
Ericsson menambahkan, “Kami tidak dapat menjamin keamanan karyawan kami tetapi juga semua orang yang akan mengunjungi kami di stand.” Nvidia menyatakan, “Mengingat risiko kesehatan masyarakat seputar virus corona, memastikan keamanan rekan kerja kami, mitra dan pelanggan adalah prioritas utama kami. Kami telah menantikan untuk berbagi pekerjaan kami dalam AI, 5G dan vRAN dengan industri, kami menyesal tidak menghadiri, tetapi kami percaya ini adalah keputusan yang tepat.”




