Pernahkah Anda membayangkan bagaimana panorama dari jarak 4.300 hingga 4.400 tahun cahaya? Cat’s Eye Nebula, atau Nebula Mata Kucing, menawarkan jawaban yang memukau. Sebuah kolaborasi baru antara Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA dan teleskop ruang angkasa Euclid milik ESA telah menciptakan gambar komposit yang memperlihatkan struktur kompleks dan cincin warna-warni dari material yang terlempar dari bintang yang sedang sekarat, semuanya diatur di latar belakang galaksi yang jauh.
Penggabungan Pengamatan Teleskop: Mengungkap Detail Nebula Mata Kucing
Menurut sumber terpercaya, teleskop Euclid dan teleskop Hubble telah menggabungkan pandangannya untuk merekam detail Nebula Mata Kucing dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meski diciptakan untuk memetakan alam semesta yang jauh, survei mendalam Euclid juga memilih target lokal seperti Nebula Mata Kucing, membawanya ke dalam pandangan. Kameranya yang luas dalam spektrum inframerah dan cahaya tampak mengungkap konteks yang luas: lengkungan dan filamen membentuk lingkaran gas berwarna di sekitar inti nebula, ditambah cincin luar dari material yang dikeluarkan sebelumnya, semua diatur di latar belakang galaksi yang jauh. Secara bersamaan, kamera resolusi tinggi Hubble memandangi pusat nebula, menyoroti cangkang yang tumpang tindih dan semburan dekat bintang pusat.
Keajaiban Struktur Nebula Mata Kucing Terbongkar
Di bagian berikutnya, pada gambar terbaru ini, pandangan resolusi tinggi Hubble terhadap wilayah pusat nebula menampilkan detail halus seperti cangkang gas yang rumit, simpul gas, dan semburan gas yang bergerak cepat—sebuah “rekaman fosil” dari ledakan terakhir bintang tersebut. Nebula planet pertama kali diidentifikasi sebagai awan gas yang mengembang pada Nebula Mata Kucing pada tahun 1864. Pandangan bidang yang lebih luas dari Euclid menunjukkan cincin luar yang samar dari ledakan sebelumnya. Secara kolektif, data Hubble dan gambar Euclid menyajikan sejarah dari kehilangan massa bintang tersebut. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, ilmuwan dapat merekonstruksi masa-masa terakhir bintang selama beberapa abad.

