IHSG menunjukkan pergerakan positif di akhir Februari 2026, menguat tipis sebesar 0,2 poin ke level 8.235,49 setelah sebelumnya mengalami penurunan hampir sepanjang sesi perdagangan. Ini menandakan adanya rebound dalam indeks yang sempat tertekan.
Rentang pergerakan IHSG selama hari ini berkisar antara 8.093 hingga mencapai puncaknya di 8.219. Aktivitas perdagangan juga cukup signifikan, dengan nilai transaksi tercatat mencapai Rp 38,13 triliun, volume transaksi mencapai Rp 45,37 miliar, dan total perdagangan mencatatkan 2,46 juta transaksi.
Menurut analisis dari Tim Analis Phintraco Sekuritas, penurunan yang terjadi pada sesi pertama dipicu oleh sentimen negatif akibat ketidakpastian terkait kebijakan tarif di Amerika Serikat. Di samping itu, ada peringatan dari S&P Global Ratings mengenai meningkatnya tekanan fiskal di Indonesia, serta adanya rebalancing MSCI yang akan berlangsung di akhir bulan ini.
Dari aspek teknikal, analisis menunjukkan bahwa penyempitan histogram positif pada MACD masih berlanjut, dan Stochastic RSI menunjukkan pergerakan menuju area pivot. Hal ini menjadi salah satu indikator bagi pelaku pasar untuk memantau potensi pergerakan indeks selanjutnya.
Pemulihan IHSG juga sejalan dengan menguatnya beberapa sektor saham, dengan sektor industri yang mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 4,48 persen. Selain itu, sektor konsumer siklikal tumbuh 2,88 persen, diikuti oleh sektor bahan baku yang meningkat sebesar 1,88 persen.
Namun, tidak semua sektor mengalami penguatan. Beberapa sektor masih mencatatkan koreksi, seperti sektor keuangan yang turun 0,83 persen, sektor infrastruktur yang melemah 0,36 persen, dan sektor kesehatan yang merosot 0,16 persen. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam pergerakan indeks.
Seiring dengan penguatan indeks domestik, sejumlah saham juga menunjukkan performa yang positif. Berikut adalah tiga emiten yang mencatatkan lonjakan harga tertinggi dalam jajaran 45 saham unggulan (LQ45):
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi salah satu saham yang menarik perhatian, dengan kenaikan signifikan sebesar 11,27 persen, atau setara dengan 800 poin, sehingga berhasil menembus level 7.900.
Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) juga mengalami lonjakan, meningkat sebesar 6,57 persen, atau 95 poin, untuk ditutup di level 1.540.
Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan penguatan sebesar 4,79 persen, atau 350 poin, dan ditutup pada posisi 7.650.
Dengan perkembangan ini, para investor di pasar saham dapat mempertimbangkan untuk memperhatikan saham-saham dalam LQ45, yang dapat menjadi peluang menarik di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

