Site icon Tragen

Ilmuwan Temukan Penggabungan Lubang Hitam Langka di Alam Semesta Awal Melalui Pemetaan Gravitasi

batch 1775297548 article 26 watermarked

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana jika dua lubang hitam supermasif bertabrakan? Fenomena “Black Hole Merger” yang luar biasa ini ternyata bukan hanya imajinasi, tetapi realitas menakjubkan dalam jagat raya! Melalui teknik pemetaan gravitasi yang inovatif dan pemantauan quasar yang bercahaya, para ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi dua sistem lubang hitam yang sedang menuju peristiwa tabrakan monumental ini.

Pelacakan Penggabungan Lubang Hitam Supermasif Melalui Sinyal Gelombang Gravitasi dan Inti Galaktik Aktif

Penemuan ini dilakukan oleh tim NANOGrav melalui observasi mereka terhadap 114 inti galaksi aktif. Inti galaksi aktif adalah pusat galaksi yang sangat terang, yang ditenagai oleh lubang hitam pusat yang sedang makan.

Selanjutnya, ketika dua lubang hitam supermasif bergerak mengorbit satu sama lain, mereka menghasilkan gelombang gravitasi yang bergerak dari frekuensi yang lebih rendah ke yang lebih tinggi. Ini menghasilkan sinyal latar belakang yang selalu ada dan dapat dipetakan melalui ruang angkasa.

Pencarian Spesifik Mengungkap Penggabungan Lubang Hitam Sebagai Patokan Kunci Dalam Deteksi Gelombang Gravitasi

Sistem yang secara resmi dikenal sebagai SDSS J0729+4008 dan SDSS J1536+0411 ditemukan selama pencarian spesifik. Menurut penelitian, binary seperti ini lebih mungkin ditemukan di dalam quasar, yang bertindak sebagai patokan yang berguna bagi para ilmuwan.

Di sisi lain, pendekatan ini disebut-sebut memberikan patokan yang jelas untuk deteksi sumber gelombang gravitasi berkelanjutan, kata para ahli. Penemuan ini diharapkan dapat membantu pemetaan penggabungan lubang hitam di masa depan, serta pengetahuan tentang evolusi galaksi dan fisika gelombang gravitasi.

Exit mobile version