Apakah Anda pernah membayangkan bahwa Bima Sakti tempat kita berada, tidak lain merupakan bagian dari “Massive Dark Matter Sheet”? Inilah yang baru-baru ini diungkap oleh ilmuwan, bahwa galaksi kita berfungsi sebagai komponen dari lembaran materi gelap raksasa yang membentang di ruang angkasa lebih dari puluhan juta tahun cahaya. Penemuan ini telah memecahkan misteri kosmik yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Lembaran Materi Gelap Raksasa: Misteri Dibalik Galaksi Bima Sakti
Berdasarkan rilis pers dari sebuah universitas terkemuka, tim yang dipimpin oleh Ewoud Wempe melakukan simulasi komputer detil mengenai lingkungan kosmik kita mulai dari Big Bang hingga sekarang, dengan menyesuaikan penataan materi untuk mencocokkan Local Group saat ini. Mereka menemukan bahwa satu-satunya cara untuk mereplikasi pengamatan adalah jika sebagian besar materi di luar Local Group berada di bidang datar sekitar 10 megaparsec (32 juta tahun cahaya) dalam diameter.
Di sisi lain, di atas dan di bawah lembaran ini terdapat hampa kosmik yang hampir tidak memiliki galaksi. Secara efektif, tarikan Local Group seimbang dengan massa jauh di bidang tersebut, sehingga galaksi terus melayang keluar. Sementara itu, kekosongan tersebut hampir tidak memiliki galaksi yang menarik ke dalam. Geometri ini menghasilkan aliran Hubble yang tenang yang sesuai dengan pengamatan dan cocok dengan model kosmologi standar
Teka-teki Kosmos: Gerakan Galaksi dan Lembaran Materi Gelap Raksasa
Selanjutnya, hampir semua galaksi bergerak menjauh dari Bima Sakti, sebuah fenomena yang ditemukan oleh Hubble satu abad yang lalu. Namun demikian, Andromeda, galaksi tetangga terbesar Bima Sakti, malah bergerak mendekati kita dengan kecepatan 100 km/detik. Menariknya, galaksi besar lainnya, selain Andromeda, tampaknya tidak terpengaruh oleh tarikan gravitasi Grup Lokal, dan terus bergerak menjauh dari kita. Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah berusaha menjelaskan fenomena gerakan galaksi lokal ini.

