Iran Izinkan Kapal Melintasi Selat Hormuz dengan Syarat Pengusiran Dubes AS-Israel

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka akan memberikan izin penuh bagi kapal-kapal dari negara-negara Arab dan Eropa untuk melintasi Selat Hormuz.
Namun, izin ini disertai syarat yang tegas, yaitu pengusiran duta besar Amerika Serikat dan Israel dari negara-negara tersebut.
IRGC menyatakan, “Negara-negara Arab atau Eropa yang bersedia mengusir duta besar Israel dan AS dari wilayah mereka akan mendapatkan kebebasan penuh untuk melintas di Selat Hormuz mulai besok,” demikian keterangan resmi dari IRGC yang dilansir oleh media Iran pada 10 Maret 2026.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka akan melakukan serangan terhadap Iran dengan kekuatan yang jauh lebih besar jika Teheran memblokade jalur pasokan minyak di Selat Hormuz, menurut pernyataan Presiden Donald Trump.
Trump menegaskan, “Apabila Iran melakukan tindakan apapun yang dapat menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan menghadapi serangan dari AS yang dua puluh kali lebih kuat dibandingkan yang pernah mereka alami sebelumnya,” ungkapnya melalui platform Truth Social.
Ia menambahkan bahwa AS juga akan menargetkan infrastruktur Iran yang dianggap mudah dihancurkan, sehingga “akan menjadi mustahil bagi Iran untuk membangun kembali negaranya,” dengan pernyataan bahwa “kematian, api, dan kemarahan akan menguasai mereka.”
“Saya berharap dan berdoa agar situasi ini tidak terjadi!” seru Presiden AS tersebut.
Trump juga menganggap langkah ini sebagai “hadiah” dari AS kepada China dan negara-negara yang sangat bergantung pada kelancaran transportasi di Selat Hormuz.
“Saya berharap tindakan ini akan mendapatkan banyak pengakuan,” ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menutup Selat Hormuz atau menghalangi aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.



