Israel Batasi Akses ke Masjid Al Aqsa di Tengah Konflik dengan Iran

Otoritas Israel telah menutup akses ke Masjid Al-Aqsa bagi para jamaah selama tiga hari berturut-turut, dengan alasan situasi keamanan yang tidak stabil di daerah tersebut, menurut laporan dari berbagai sumber.
Di Yerusalem, terdapat peningkatan kehadiran pasukan Israel di sekitar kompleks masjid dan gerbang Kota Tua. Mereka mengerahkan sejumlah besar polisi perbatasan dan unit khusus untuk mengawasi situasi.
Warga Palestina dilarang untuk memasuki kompleks masjid guna menjalankan ibadah salat, sementara jalur akses menuju lokasi tersebut sangat dibatasi.
Saksi mata melaporkan bahwa beberapa jamaah yang berusaha mencapai gerbang masjid dihalangi, dan sebagian dari Kota Tua kini terlihat seperti zona militer yang tertutup.
Penutupan akses dimulai pada hari Sabtu setelah pihak berwenang Israel menyatakan keadaan darurat menyusul ketegangan yang melibatkan Iran. Sejak saat itu, kompleks masjid tetap ditutup, dengan jamaah diperintahkan untuk meninggalkan area tersebut.
Banyak penduduk di Yerusalem menyatakan kekhawatiran bahwa pihak berwenang mungkin akan memanfaatkan eskalasi situasi regional saat ini untuk memberlakukan tindakan baru di lokasi suci tersebut.
Para pengamat memperingatkan bahwa setiap perubahan terhadap status quo yang telah berlangsung lama di Masjid Al-Aqsa akan membawa dampak yang signifikan baik dari segi keagamaan maupun politik.
Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap jumlah jamaah Palestina dari Tepi Barat yang ingin memasuki Yerusalem Timur untuk melaksanakan salat Jumat pertama Ramadhan di Masjid Al-Aqsa, dengan langkah-langkah keamanan yang sangat ketat dan mensyaratkan persetujuan terlebih dahulu.
Pada Jumat tersebut, hanya 10.000 warga Palestina dari Tepi Barat yang diizinkan masuk, dengan izin hanya diberikan kepada pria di atas 55 tahun, wanita di atas 50 tahun, serta anak-anak hingga usia 12 tahun. Pembatasan serupa sebelumnya juga diterapkan dengan alasan keamanan.
Situs yang dikenal sebagai Bukit Bait Suci oleh umat Yahudi dan Haram al-Sharif oleh umat Muslim merupakan lokasi paling suci dalam Yudaisme dan merupakan situs ketiga tersuci dalam Islam. Kompleks ini terletak di Yerusalem, yang sering menjadi titik ketegangan dalam konflik antara Israel dan Palestina.
Polisi Israel mengungkapkan bahwa lebih dari 3.000 personel dikerahkan di seluruh wilayah Yerusalem. Kehadiran mereka dikatakan bertujuan untuk menjaga ketertiban dan memberikan respons yang cepat jika terjadi keadaan darurat.



