Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dikenal sebagai salah satu kementerian yang selalu sibuk dan aktif dalam menjalankan berbagai program. Sesuai dengan laporan dari BPK, kementerian ini telah berhasil menggunakan dana anggaran dengan tepat sesuai dengan proyek dan kepentingan negara. Tahun ini, Kominfo tidak berhenti berinovasi dan menjalankan berbagai program.
Selanjutnya, Mulyadi, yang menjabat sebagai Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Kementerian Kominfo, memberi gambaran tentang upaya pemerintah dalam memajukan proyek digital mereka. Proyek tersebut direncanakan dalam jangka waktu yang cukup panjang, yaitu dimulai pada tahun 2025 dan diharapkan selesai pada tahun 2029.
Di sisi lain, proyek besar ini telah dicantumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang berlaku mulai tahun 2025 hingga 2029. Kominfo menggunakan berbagai sumber terbuka untuk mendukung berjalannya program ini, dengan satu prinsip utama, mendukung ekonomi terbuka dan infrastruktur digital yang memadai di setiap program pemerintah.
Namun demikian, Mulyadi menekankan bahwa fokus utama mereka adalah fiberisasi, yang merupakan elemen kunci dalam jaringan fiber optik untuk layanan yang lebih baik di masa mendatang. Hal ini erat hubungannya dengan upaya peningkatan kualitas jaringan di Indonesia yang masih belum optimal.
“Prioritas pertama adalah fiberisasi. Hal ini penting karena jaringan fiber optik menjadi faktor penentu untuk layanan yang berkelanjutan, baik fixed broadband atau mobile broadband, terutama untuk backhaul 5G,” ungkap Mulyadi.
Bagian berikutnya, Kominfo juga menyampaikan bahwa penyebaran jaringan ini baru mencapai beberapa persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tetapi mereka optimis untuk mencapai target 90% sebelum program ini berakhir.
Persentase penyebaran serat fiber optik tentu berbeda-beda, yang harus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh Indonesia. Laporan mencatat bahwa sejak 2025 hingga saat ini, Fixed Broadband yang telah mereka selesaikan telah mencapai 20,83% dan ditargetkan akan terus bertambah.
“Kami juga mendorong prinsip open access. Dengan mendorong akses yang adil, transparan dan non-diskriminatif terhadap infrastruktur pasif. Ini sangat penting untuk menurunkan biaya dan meningkatkan kompetisi,” tambah Mulyadi.
Bagaimana pendapatmu tentang rencana Kominfo ini? Indonesia memang dikenal sebagai negara dengan jaringan internet yang masih kurang maksimal, sehingga program ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses dan jaringan yang lebih luas.

