NASA Artemis II Siap Diluncurkan Setelah Mengatasi Masalah Roket Utama

Apakah Anda siap untuk mengambil langkah besar bersama NASA dalam perjalanan kembali ke Bulan? Misi “NASA Artemis II Launch” yang luar biasa ini, simbol dari kemajuan teknologi terbaru dan keberanian manusia, kini semakin dekat dengan peluncurannya. Setelah berhasil mengatasi hambatan teknis yang ada, tim ahli di Kennedy Space Center kini tengah mempersiapkan peluncuran SLS rocket dan Orion spacecraft, memberikan kita peluang untuk sekali lagi menyaksikan sejarah ditulis di langit malam.
Seri Tantangan Sebelum Peluncuran NASA Artemis II
Selama tahap persiapan akhir untuk jadwal peluncuran yang seharusnya berlangsung pada 19 Maret, para insinyur menemukan bahwa rangkaian listrik untuk sistem penghentian penerbangan, sebuah fitur keamanan yang memungkinkan roket dihancurkan dari jarak jauh jika melenceng dari jalur, harus diganti pada tahap inti. Namun demikian, kendala ini juga berhasil diatasi dengan cepat. Masalah ini muncul setelah berbagai penundaan sebelumnya. Peluncuran roket sempat tertunda setelah kebocoran hidrogen cair menyebabkan jendela peluncuran pertama dibatalkan. Roket juga terpaksa kembali ke Gedung Perakitan Kendaraan karena masalah aliran helium pada tahap atas.
Apa Artinya Peluncuran NASA Artemis II bagi Masa Depan Eksplorasi Antariksa?
Setelah sampai di landasan peluncuran, roket SLS dari NASA akan membawa empat astronot – Reid Wiseman sebagai komandan, pilot Victor Glover, spesialis misi Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada – dalam perjalanan selama 10 hari menuju Bulan melalui lintasan bebas. Misi ini menjadi pertama kalinya manusia dikirim ke Bulan sejak Apollo 17 pada tahun 1972.
Di sisi lain, Glover akan menjadi individu berkulit hitam pertama, Koch akan menjadi wanita pertama, dan Hansen akan menjadi non-Amerika pertama yang mengadakan petualangan ke ruang angkasa dalam. Selanjutnya, kondisi cuaca juga sedang dipantau menjelang peluncuran “NASA Artemis II Launch”.




