Jakarta – Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, memberikan tanggapan terkait status siaga 1 yang dikeluarkan oleh Panglima TNI melalui telegram yang beredar di kalangan publik.
Dalam keterangan resminya kepada ANTARA pada hari Sabtu, Aulia menegaskan bahwa peran utama TNI adalah melindungi negara serta masyarakat dari ancaman yang berasal dari negara asing.
“TNI berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan profesionalisme dan responsivitas. Hal ini tercermin dalam upaya kami untuk selalu menjaga kemampuan dan kekuatan operasional, serta bersiaga dalam mengantisipasi perkembangan yang terjadi di lingkungan strategis, baik internasional, regional, maupun nasional,” jelas Aulia saat memberikan penjelasan mengenai status siaga 1 TNI.
Ia menambahkan bahwa salah satu langkah TNI dalam memperkuat pertahanan nasional adalah dengan mengadakan apel rutin yang bertujuan untuk mengecek kesiapan pasukan.
Meski demikian, ketika ANTARA mencoba untuk memastikan kembali mengenai keabsahan status siaga 1 tersebut, Aulia tidak memberikan respon yang jelas.
Sebelumnya, informasi mengenai Telegram Panglima TNI dengan nomor TR/283/2026 telah beredar luas di masyarakat.
Telegram tersebut mengandung instruksi siaga 1 bagi seluruh jajaran TNI dalam rangka mengantisipasi potensi eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah. Terdapat tujuh poin instruksi yang tercantum dalam telegram tersebut.
Salah satu poin yang diinstruksikan adalah agar Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiapkan personel serta alat utama sistem senjata (alutsista) di bawah komandonya, serta melaksanakan patroli di lokasi-lokasi strategis dan objek vital. Hal ini termasuk bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta, terminal bus, serta kantor PLN.

