Persis Solo Berhasil Tinggalkan Zona Degradasi, Ini Perjalanan Laskar Sambernyawa Sejak Pekan ke-5

Persis Solo kini dapat merasakan sedikit kelegaan di kompetisi BRI Super League 2025/26. Setelah berbulan-bulan berkutat di zona degradasi, kemenangan yang meyakinkan atas Bali United menjadi momen penting yang sangat dinantikan oleh Laskar Sambernyawa.
Tim Persis berhasil meraih kemenangan impresif dengan skor 3-0 dalam pertandingan pekan ke-25 yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada hari Kamis, 12 Maret 2026. Dengan hasil ini, klub kebanggaan masyarakat Solo tersebut untuk sementara waktu berhasil keluar dari zona degradasi, setelah sebelumnya terjebak di posisi berbahaya sejak pekan kelima.
Kemenangan tersebut memiliki makna yang sangat besar bagi Persis. Sebab, perjalanan mereka di musim ini telah dilalui dengan berbagai tekanan setelah lama terpuruk di bagian bawah klasemen.
Musim ini sebenarnya diawali dengan cukup optimis. Persis membuka kompetisi dengan meraih kemenangan 2-1 saat tandang ke markas Madura United di pekan pertama. Hasil ini sempat menempatkan mereka di posisi kelima klasemen sementara.
Namun, penampilan tim mengalami penurunan yang signifikan. Pada pekan kedua, Persis harus menelan kekalahan telak 0-3 ketika menjamu Persija Jakarta di Stadion Manahan. Kekalahan tersebut membuat posisi mereka langsung merosot ke peringkat ke-11.
Keadaan tidak banyak berubah pada pekan ketiga. Persis hanya mampu meraih hasil imbang 2-2 saat bertandang melawan PSBS Biak. Hasil ini membuat posisi mereka tetap terjebak di peringkat ke-11 klasemen.
Tren negatif terus berlanjut pada pekan keempat. Persis kembali tidak mampu meraih poin penuh setelah kalah 0-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga tandang. Kekalahan ini membuat mereka terjun ke posisi ke-14.
Puncak dari keterpurukan terjadi pada pekan kelima. Kekalahan 1-2 dari Persijap Jepara yang berlangsung di Stadion Manahan pada 13 September 2025 membuat Persis terjerembab ke peringkat ke-17 dengan total hanya empat poin. Sejak saat itu, mereka terperangkap dalam zona degradasi.
Situasi semakin sulit karena Persis mengalami puasa kemenangan yang sangat panjang, yaitu 15 pertandingan berturut-turut tanpa meraih tiga poin.
Kondisi tersebut memaksa manajemen untuk melakukan rotasi di kursi pelatih. Persis akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Peter de Roo, yang telah mendampingi tim sejak awal musim. Sementara itu, tim sementara ditangani oleh Tithan Wulung Suryata sebagai pelatih caretaker menjelang laga pekan ke-12 melawan PSIM Yogyakarta.




