depo qris depo 10k
berita

Pesawat Hercules TNI Kolombia Jatuh, 66 Korban Jiwa Dilaporkan Tewas

Sebuah pesawat Hercules milik angkatan bersenjata Kolombia mengalami kecelakaan tragis saat melakukan lepas landas pada hari Senin, 23 Maret waktu setempat. Insiden ini mengakibatkan 66 orang dilaporkan tewas, sementara sejumlah korban selamat telah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat ke rumah sakit terdekat. Hingga saat ini, empat orang masih dinyatakan hilang, menurut informasi yang disampaikan oleh Kepala Angkatan Bersenjata Kolombia.

Kepala Angkatan Bersenjata Kolombia, Jenderal Hugo Alejandro Lopez, menyatakan bahwa pesawat angkut Hercules C-130 buatan Lockheed Martin tersebut mengangkut total 128 individu. Rincian penumpang mencakup 11 anggota Angkatan Udara, 115 personel angkatan darat, dan dua anggota kepolisian nasional, sebagaimana dilaporkan oleh CNA News pada Selasa, 24 Maret 2026.

Jumlah korban jiwa yang dilaporkan hampir dua kali lipat dari angka awal yang disampaikan oleh pihak berwenang. Proses pencarian dan evakuasi di area kecelakaan masih terus dilakukan oleh tim penyelamat.

Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, menyampaikan melalui platform X bahwa kecelakaan tersebut terjadi saat pesawat hendak lepas landas dari Puerto Leguizamo, yang terletak di daerah perbatasan dengan Peru.

Menurut penjelasan dari petugas pemadam kebakaran, Eduardo San Juan Callejas, pesawat diduga mengalami benturan di ujung landasan saat lepas landas. Salah satu sayap pesawat dilaporkan menabrak pohon saat pesawat jatuh.

Akibat benturan tersebut, pesawat mengalami kebakaran dan ledakan dari peralatan yang ada di dalamnya, tambahnya.

Warga setempat yang berada di daerah terpencil tersebut menjadi orang pertama yang mengevakuasi korban selamat. Dalam beberapa rekaman video, terlihat pria-pria melaju cepat di jalan tanah sambil membawa tentara yang terluka di belakang sepeda motor mereka.

Setelah itu, kendaraan militer tiba di lokasi, namun pihak berwenang menyatakan bahwa area kecelakaan sangat sulit dijangkau, yang menghambat proses penyelamatan.

Jenderal Lopez melaporkan bahwa 57 orang yang selamat telah mendapatkan perawatan di rumah sakit, dengan 30 di antaranya dalam kondisi tidak serius dan dirawat di klinik militer.

Presiden Gustavo Petro, yang masa jabatannya mendekati akhir, mengkritik adanya hambatan birokrasi yang menghalangi rencananya untuk memodernisasi militer pada hari yang sama.

“Saya tidak akan mentolerir penundaan lebih lanjut; ini menyangkut nyawa generasi muda kita. Jika pejabat sipil dan militer tidak mampu menghadapi tantangan ini, mereka harus diganti,” tulisnya di platform X.

Related Articles

Back to top button