Site icon Tragen

Proses Persetujuan iPhone 17 Pro Max oleh NASA untuk Misi Artemis II Luar Angkasa

batch 1775297548 article 5 watermarked 2

NASA, yang dikenal sangat ketat dalam menentukan barang apa saja yang dapat dibawa astronot ke luar angkasa, kali ini membuat sebuah terobosan. Dalam misi terbaru mereka, Artemis II, yang akan mengorbit Bulan, NASA untuk pertama kalinya memperbolehkan astronot membawa iPhone ke luar angkasa, khususnya iPhone 17 Pro Max.

Selanjutnya, aturan yang ketat ditetapkan oleh NASA terkait barang bawaan ke luar angkasa, termasuk perlunya pengujian yang ekstensif. Proses yang harus dilalui iPhone 17 Pro Max agar dapat digunakan di kabin pesawat antariksa cukup kompleks dan memakan waktu,” kata Tobias Niederwieser, asisten profesor penelitian di BioServe Space Technologies. Institusi penelitian ini juga menjalani serangkaian tes yang sama untuk memastikan bahwa muatan mereka dapat ikut dalam misi Artemis I.

Proses tersebut dibagi menjadi empat fase. Fase pertama melibatkan pemeriksaan awal pada perangkat keras oleh panel keselamatan. Fase kedua berfokus pada pengecekan potensi bahaya, seperti bagian yang bergerak atau material yang mudah pecah seperti kaca.

Di sisi lain, fase ketiga bertujuan untuk merumuskan rencana guna menghindari masalah yang muncul pada fase kedua, jika memungkinkan. Fase keempat berfokus pada pengecekan efektivitas rencana yang dirumuskan pada fase ketiga.

Bagian berikutnya, pengujian iPhone 17 Pro Max untuk digunakan di luar angkasa dimulai pada bulan Februari dan merupakan sebuah langkah yang tidak biasa bagi NASA. NASA dikenal sangat teliti dan lambat dalam proses pengujian dan pemilihan perangkat keras untuk penerbangan antariksa.

Sebagai contoh, kamera terbaru yang dipakai untuk misi Artemis II hanyalah DSLR Nikon dari tahun 2016 dan beberapa kamera GoPro yang sudah berusia satu dekade. Menurut Niederwieser, prosedur ini penting untuk melindungi astronot dan pesawat antariksa dari berbagai risiko.

Namun demikian, dalam lingkungan tanpa gravitasi, pecahan kaca tidak akan jatuh ke tanah tapi justru akan melayang di udara dan berpotensi menimbulkan bahaya, seperti mengenai wajah astronot atau merusak peralatan lain.

Di sisi lain, ada juga kekhawatiran tentang efek radiasi terhadap perangkat keras yang dikirim ke luar angkasa. Oleh karena itu, tim harus memeriksa sistem tersebut berulang kali untuk memastikan sistem itu tidak rusak di luar angkasa.

Hal ini menjelaskan mengapa prosesor G3 PowerPC masih digunakan di orbit. Sementara itu, Apple mengonfirmasi bahwa mereka tidak ikut dalam proses pengujian NASA, tetapi iPhone 17 Pro Max adalah produk pertama mereka yang memenuhi kualifikasi untuk digunakan di ruang angkasa dalam jangka waktu yang lama.

Selanjutnya, Apple juga melakukan pengujian ketahanan yang ekstensif pada perangkat mereka dan mengungkapkan beberapa proses tersebut pada Juli 2025. Namun, tampaknya Apple tidak menguji perangkat mereka dalam kondisi tanpa gravitasi.

Tim misi NASA hanya menggunakan iPhone tersebut untuk fungsi non-kritis selama misi berlangsung. Astronot menggunakan perangkat tersebut untuk mencatat perjalanan mereka dan mengabadikan setiap momen penting. Selain itu, mereka tidak diperbolehkan menggunakan iPhone untuk fungsi lain yang lebih umum.

Tim misi akan menonaktifkan akses internet dan Bluetooth pada iPhone selama berada di luar angkasa. Meski NASA baru kali ini menyetujui penggunaan ponsel pintar di luar angkasa, sebelumnya sudah ada beberapa misi swasta yang melibatkan penggunaan ponsel pintar di luar angkasa.

Misi Inspiration4 tahun 2021 adalah salah satu contoh yang menggunakan iPhone untuk memotret Bumi. Selain itu, dua unit iPhone 4 juga pernah dibawa dalam misi pesawat ulang-alik terakhir pada tahun 2011 untuk sebuah eksperimen.

Exit mobile version