Puncak Arus Mudik Diperkirakan pada 14-15 Maret dan Arus Balik pada 24-25 Maret 2026

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memperkirakan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 14 dan 15 Maret. Prediksi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik.
Selain itu, AHY juga menyampaikan bahwa puncak arus mudik kedua dijadwalkan pada 18 dan 19 Maret 2026. Penentuan tanggal ini didasarkan pada data statistik yang diperoleh dari Kementerian Perhubungan pada tahun sebelumnya.
AHY menjelaskan bahwa prediksi ini merupakan hasil analisis data yang kuat, yang menunjukkan pola pergerakan masyarakat saat Lebaran. Dengan informasi yang akurat, diharapkan arus mudik dapat diantisipasi dengan lebih efektif, mengurangi potensi kemacetan.
“Pada tanggal 14 dan 15 Maret, kami perkirakan puncak arus mudik akan tiba. Sedangkan puncak kedua akan terjadi pada 18 dan 19 Maret,” ungkap AHY saat memberikan keterangan di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.
AHY juga memprediksi bahwa arus balik akan mencapai puncaknya pada 24 dan 25 Maret 2026. Lalu, puncak arus balik kedua diperkirakan akan terjadi pada 28 dan 29 Maret. Hal ini penting untuk diperhatikan agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan pulang dengan lebih tepat.
Untuk mendukung kelancaran arus balik, pemerintah akan menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi para pekerja. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada transportasi umum dan jalan raya di tengah periode sibuk tersebut.
“Tanggal 24 dan 25 Maret diprediksi sebagai puncak arus balik, diikuti dengan puncak kedua pada 28 dan 29 Maret. Dengan kebijakan WFA, kami berharap bisa mengurai kepadatan lalu lintas,” tambahnya.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta perjalanan. Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi tujuan utama, diikuti oleh Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.
“Data dari survei menunjukkan bahwa ada sekitar 143,9 juta perjalanan yang diperkirakan akan terjadi. Tujuan utama pemudik akan banyak mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, disusul oleh Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan,” papar AHY.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan bahwa jumlah pemudik pada Lebaran 2026 diproyeksikan akan mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian, pemerintah tetap mempersiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan lonjakan pergerakan masyarakat.
Dudy menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan rutin melakukan survei setiap tahun sebelum menyusun rencana angkutan untuk musim mudik. Survei ini melibatkan kolaborasi dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk memetakan potensi pergerakan masyarakat agar pemerintah dapat menyiapkan sarana serta prasarana transportasi secara optimal.




