AppleBerita Bisnis TeknologiMEREK & PERUSAHAAN

Apple Mengklaim Dorongan EU untuk Charger Universal Bisa Menghambat Inovasi

Pada hari Kamis, pembuat iPhone, Apple, menentang seruan dari para pembuat undang-undang Uni Eropa untuk penggunaan charger umum, dengan alasan bahwa langkah tersebut dapat menghambat inovasi, menciptakan tumpukan limbah elektronik, dan meresahkan konsumen. Komentar Apple muncul sepekan setelah para pembuat undang-undang di Parlemen Eropa menyerukan penggunaan charger umum untuk semua ponsel dan merubah sebuah rancangan hukum untuk menyatakan bahwa kemampuan untuk bekerja dengan charger umum akan menjadi persyaratan penting untuk perangkat radio di blok tersebut.

Di sisi lain, langkah menuju penggunaan charger umum akan lebih mempengaruhi Apple dibandingkan perusahaan lainnya sebab iPhone dan sebagian besar produk Apple ditenagai oleh kabel Lightning-nya, sedangkan perangkat Android ditenagai oleh konektor USB-C.

“Kami percaya bahwa regulasi yang memaksa keseragaman jenis konektor yang dibangun dalam semua smartphone akan mematikan inovasi daripada mendorongnya, dan akan merugikan konsumen di Eropa dan ekonomi secara keseluruhan,” kata Apple dalam sebuah pernyataan.

Selanjutnya, Apple menyatakan bahwa regulasi tidak dibutuhkan karena industri sudah bergerak menuju USB-C melalui konektor atau perakitan kabel.

“Kami berharap Komisi (Eropa) akan terus mencari solusi yang tidak membatasi kemampuan industri untuk berinovasi,” kata Apple.

Namun demikian, sebuah studi oleh Copenhagen Economics yang dipesan oleh Apple menunjukkan bahwa kerugian konsumen dari perpindahan ke charger umum yang diatur oleh regulasi akan mencapai setidaknya EUR 1,5 miliar, melebihi manfaat lingkungan sebesar EUR 13 juta yang terkait.

Bagian berikutnya, Komisi Eropa, yang bertindak sebagai eksekutif untuk Uni Eropa, telah mendorong penggunaan charger umum selama lebih dari satu dekade.

Pada tahun 2009, Komisi Eropa mendapatkan empat perusahaan termasuk Apple, Samsung, Huawei, dan Nokia untuk menandatangani nota kesepahaman sukarela untuk menyelaraskan charger untuk model baru ponsel yang masuk ke pasar pada tahun 2011.

Pendekatan sukarela tidak bekerja dan saatnya untuk melihat ke dalam perundang-undangan, kata pejabat Komisi.

“Tindakan delegasi berdasarkan Direktif Peralatan Radio (RED) adalah salah satu opsi yang harus dipertimbangkan karena memberi wewenang kepada Komisi untuk mengambil jenis tindakan regulasi tertentu di bidang ini,” kata salah satu pejabat tersebut.

Opsi lain adalah meloloskan peraturan tentang masalah ini.

“…mengingat batasan dalam cakupan RED dan pemberdayaan, setiap tindakan melalui prosedur legislatif biasa dan/atau melalui instrumen lain, seperti langkah-langkah pelaksanaan di bawah Direktif Eco-design harus lebih diteliti dan dinilai secara menyeluruh,” kata pejabat tersebut.

Sebagai penutup, Komisi akan menerbitkan studi sekitar akhir bulan atau awal Februari tentang dampak penggunaan charger umum.

Related Articles

Back to top button