GADGET & ELEKTRONIKOtomotif & Kendaraan PintarXiaomi

Fitur Baru Xiaomi SU7 EV: Jangkauan CLTC 902km dan Dukungan Nvidia Thor AGX untuk Fitur Berkendara Bantu

Apakah Anda telah mendengar kabar terbaru tentang “Xiaomi SU7 EV Refreshed”? Inilah generasi baru dari seri Xiaomi SU7 yang diluncurkan di China, memamerkan peningkatan signifikan dalam desain, performa, teknologi mobil terhubung, dan keamanan. Dengan daya tahan baterai hingga 902km dan dukungan chip ganda termasuk NVIDIA DRIVE AGX Thor untuk membantu berkendara, kendaraan listrik ini siap mengubah cara kita berinteraksi dengan mobil.

Harga dan Ketersediaan Xiaomi SU7: Varian dan Pemesanan

Varian terbaru dari Xiaomi SU7 tersedia dalam tiga model yakni Standar, Pro, dan Max. Masing-masing dihargai CNY 219,900 (sekitar Rp. 30 juta), CNY 249,900 (sekitar Rp. 34 juta), dan CNY 303,900 (sekitar Rp. 41 juta).

Saat ini, pre-order untuk kendaraan listrik ini bisa dilakukan melalui aplikasi Xiaomi EV dan program mini WeChat di China. Sayangnya, pihak perusahaan belum mengumumkan rencana untuk ketersediaan di luar negeri.

Desain dan Fitur Canggih Xiaomi SU7 yang Membuatnya Menonjol

Di sisi lain, Xiaomi SU7 generasi baru ini mengambil inspirasi desain dari model sedan mewah segmen-C pendahulunya. Dengan ukuran panjang sekitar 5 meter dan jarak sumbu roda 3 meter, mobil ini menampilkan elemen-elemen desain khas seperti lampu depan berbentuk tetesan air dan lampu belakang halo. Selain itu, Xiaomi SU7 juga menghadirkan grille depan yang telah direnovasi dengan radar terintegrasi untuk meningkatkan aerodinamika dan kemampuan pendeteksian.

Xiaomi SU7 memberikan lebih banyak opsi personalisasi dengan sembilan pilihan warna eksterior termasuk Biru Pantai, Merah Membara, dan Hijau Viridian. Interiornya pun mengalami perubahan besar dengan material premium, pencahayaan ambient baru yang membentang lebih dari 3.600mm, dan kursi yang telah didesain ulang dengan fitur ventilasi, pemanas, dan penempatan posisi nol-gravitasi opsional untuk penumpang depan.

Xiaomi SU7 juga dilengkapi dengan bagasi depan elektrik dengan beberapa metode pembukaan, konsol tengah simetris yang telah didesain ulang, dan pengalaman kabin pintar yang didukung oleh ekosistem Xiaomi, termasuk kompatibilitas dengan platform “Human × Car × Home” mereka.

Bagian berikutnya, Xiaomi memperkenalkan Xiaomi Smart Chassis 2.0. Fitur ini dikatakan memiliki suspensi depan double wishbone dan setup suspensi belakang lima link, bersama dengan suspensi udara adaptif dan kontrol peredam kontinu. Menurut perusahaan, sistem ini dapat menyesuaikan ketinggian dan kekakuan berkendara berdasarkan kondisi berkendara secara real-time.

Fitur ini juga mencakup teknologi Wet Road AI Detection yang telah diperbarui, yang kini mencakup mode kontrol stabilitas yang ditingkatkan dan dapat diaktifkan secara otomatis. Xiaomi mengatakan bahwa mereka menggunakan data multi-sumber dari sensor hujan, sensor suhu eksternal, mikrofon, dan kamera untuk menganalisis lingkungan secara real-time dan menilai cengkeraman jalan dengan akurat serta mengingatkan pengemudi untuk beralih ke mode basah, jika diperlukan.

Xiaomi SU7 didukung oleh setup dual-chip. Snapdragon 8 Gen 3 SoC bertanggung jawab atas komputasi kabin, sedangkan komputer di dalam kendaraan Nvidia DRIVE AGX Thor mendukung fitur berkendara yang dibantu. Mobil ini mendukung opsi konektivitas seperti Wi-Fi 7 dan UWB, serta asisten suara AI yang telah diperbarui dengan pemahaman kontekstual yang lebih baik dan kontrol multi-aplikasi. SU7 juga menjadikan Smart Cabin yang ditenagai oleh Xiaomi HyperOS sebagai standar di seluruh lini produk. Menurut perusahaan, fitur ini telah ditingkatkan untuk menawarkan panel kontrol jarak jauh belakang untuk mengendalikan semua enam layar di dalam mobil.

Terakhir, ada arsitektur asisten pengendaraan baru, XLA. Xiaomi mengatakan bahwa fitur ini memungkinkan aksi pengendaraan yang dikendalikan suara, kemampuan parkir yang lebih maju, dan deteksi bahaya real-time yang lebih baik. Untuk mencapai ini, sistem ini diklaim menggunakan LiDAR, radar, kamera, dan sensor ultrasonik untuk persepsi 360 derajat.

Fitur baru lainnya adalah Mode Manajemen Pemilik, yang dapat diakses melalui tampilan pusat atau aplikasi Xiaomi EV. Melalui ini, pemilik SU7 dapat membatasi output daya di semua mode berkendara sambil tetap mengaktifkan fungsi inti.

Mesin dan Baterai Xiaomi SU7 EV Refreshed: Terobosan Baru dari Xiaomi

Namun demikian, ketiga varian Xiaomi SU7 ditenagai oleh motor HyperEngine V6s Plus buatan Xiaomi. Xiaomi mengklaim waktu akselerasi dari 0 hingga 100km/jam dalam waktu singkat, hanya 3.08 detik, sementara kecepatan maksimalnya bisa mencapai 265km/jam.

Mobil listrik ini menggunakan teknologi integrasi baterai CTB (Cell-to-Body) dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 902km (CLTC) pada varian Pro. Sementara itu, varian Standar dan Max menawarkan jarak tempuh sekitar 720km dan 835km, masing-masing. Menurut perusahaan, terdapat juga dukungan pengisian cepat, yang memungkinkan hingga 670km jarak tempuh hanya dengan 15 menit pengisian daya, sementara pengisian daya dari 10-80 persen bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 12 menit, dengan puncak tingkat pengisian daya sebesar 5.2C.

Untuk urusan keamanan, Xiaomi SU7 dilengkapi dengan sembilan airbag sebagai fitur standar. Rangka chassis-nya memiliki struktur tubuh berkekuatan tinggi, dibuat menggunakan baja 2,200 MPa. Selain itu, terdapat juga sistem perlindungan baterai canggih yang dirancang untuk mencegah kebakaran atau ledakan meski dalam kondisi ekstrem.

Related Articles

Back to top button